Sering kali kita ini dibuat terpesona dengan apa yang sudah diperbuat TUHAN bersama Elia yang telah memenangkan duel melawan ratusan nabi Baal di gunung Karmel, tetapi kita mengabaikan janji hidup berkelimpahan yang dapat dipelajari bersama di dalam 1 Raja-raja 18:41-46..
Dimulai dari hubungan pribadi yang kita bangun di dalam doa, iman yang terus kita bangun secara konsisten, dan dengan sebuah badai yang diizinkan terjadi di dalam hidup kita.
Bagaimana Tuhan berbicara pada kita?
Pertama. Melalui kebenaran firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab. Kedua. Suara Roh Kudus yang berbicara di dalam hati. Ketiga. Melalui khotbah, nasihat rohani, atau orang lain. Keempat. Damai sejahtera dari Tuhan. Kelima. Mimpi dan penglihatan. Keenam. Melalui keadaan yang terjadi di dalam kehidupan.
Milikilah sikap siap untuk mendengar suara Tuhan, menyiapkan hidup, dan mau menaati suara-Nya.
Catatan Khotbah: “The Greatest Exchange.” Ditulis ulang dari sharing Bp. Soetjipto Koesno, di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 3 Mei 2026. “Kemudian serdadu-serdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan berkumpul. Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: “Salam, hai raja orang Yahudi!” Mereka
Kita hidup di dalam dunia yang bising dan penuh dengan aktivitas. Banyak orang berpikir kalau kita hanya berdiam diri saja, maka kita akan dianggap tidak produktif. Tetapi dari Mazmur 46:11, kita dapat belajar untuk berdiam diri dan mengenal Tuhan lebih dalam. Apa maksudnya?
Pertama. Berdiam Diri bukanlah tanda kelemahan. Kedua. Berdiam Diri bukan berarti mengalami kemunduran, tetapi meningkat. Ketiga. Berdiam Diri adalah waktu mengalami kesembuhan dan pertumbuhan.
Ketika kita diizinkan mengalami berbagai guncangan, marilah belajar untuk melihat dengan memakai kacamata-Nya Tuhan. Di momen tersebut pasti tersedia berbagai kesempatan untuk Dia dapat menyatakan kemuliaan dan pemeliharaan-Nya yang setia di hidup kita. Bahkan ketika hati terasa gundah dan tidak tahu lagi ke mana kaki kita harus melangkah..
Yakinlah bahwa Kristus sudah memiliki kuasa Imanuel, yang setia menyertai hidup kita.
Salib Kristus dan kebangkitan-Nya adalah karya sempurna serta memberi kemenangan terbesar di hidup kita. Tetapi, bagaimana realitasnya? Kemenangan seperti apa yang kita dapatkan?
Pertama. Hidup tidak dikuasai dosa, yang membuat kita bebas untuk melakukan dan menjadi yang terbaik, serta dimampukan untuk hidup mulia seperti Kristus.
Kedua. Hidup dalam damai sejahtera: Kita telah berdamai dengan Allah, dan Kristus telah mengalahkan kematian.