top of page

Kemenangan Orang Percaya (Budi Setiawan)

  • mdcsbysystem
  • 6 Feb 2023
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 8 Feb 2023

Catatan Khotbah: Kemenangan Orang Percaya. Ditulis dari sharing Bp. Pdt. Budi Setiawan di Ibadah Minggu Tgl. 5 Februari 2023..



Kitab Filipi adalah kitab yang berisi ayat-ayat firman Tuhan yang paling positif, yang ditulis oleh rasul Paulus ketika dia masih berada di dalam penjara. Sekalipun keadaan Paulus pada saat itu sedang menderita, tetapi dia tetap bersemangat mendorong jemaat agar tetap setia dalam mengiring Tuhan, walau tak sedikit yang pada saat itu sedang mengalami penganiayaan, ancaman hukuman, berbagai penyimpangan dan juga penolakan berita Injil. Dan melaluinya, kita semua dapat belajar agar terus menyemangati diri sendiri untuk tetap berjuang dan memberikan yang terbaik.


Bersikap Positif adalah sebuah ketetapan hati, tidak bergantung pada situasi dan juga kondisi. Banyak orang Kristen tidak mengalami dan menerima berkat dari Tuhan, karena sikapnya yang negatif. Ada kata-kata hikmat,


You can not have a positive life with negative attitude.

Artinya: Kita tidak akan pernah bisa memiliki kehidupan yang positif (baik), dengan menjalani sikap yang negatif (buruk).


“Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.” (Filipi 1:3-5).


Bisa saja Paulus ini mengeluh dalam surat-suratnya yang ditulis dari balik penjara. Tetapi di dalam kitab Filipi mengajarkan pada kita bahwa apa pun keadaan yang sedang dialami hari-hari ini, marilah kita tetap belajar untuk selalu menaikkan ucapan syukur, bersukacita, tetap setia meneruskan pemberitaan Injil, dan juga tetap bersikap positif. Ketika kita memiliki sikap hati dan hidup yang benar, berkat Tuhan itu pasti dicurahkan di dalam hidup kita.


Kisah Musa yang mengutus kedua belas pengintai juga menjadi peringatan yang penuh kasih bagi setiap kita (Bilangan 13-14). Gara-gara bangsa Israel mendengar dan mempercayai kabar busuk tentang negeri yang telah diintai kesepuluh pengintai, Alkitab mencatat pada kita,


“Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku, pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya.” (14:22-23).


Bukan karena Tuhan tidak mampu menjawab berbagai permohonan doa kita, karena Dia terlalu besar dan masih sanggup untuk menjawabnya. Tetapi yang terpenting dari kisah di atas adalah agar kita dapat belajar untuk selalu memiliki kehidupan yang positif.


“dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” (Mazmur 37:4).


Sering kali kita hanya berfokus pada “..maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu,” tetapi ayat di atas dimulai dengan perkataan “dan bergembiralah karena TUHAN”. Dia harus menjadi prioritas yang terutama dan juga mendahulukan Dia di atas segala-galanya. Ketika Dia berada di tempat yang utama dalam hidup, maka kita akan dituntun untuk dapat mengenal kehendak-Nya yang terbaik.


Dari Filipi 1 kita dapat belajar,


Pertama. Tuhan yang memulai, Tuhan juga yang nantinya akan menyempurnakan.


“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Filipi 1:6).


Rasul Paulus mendorong jemaat untuk terus mempercayai bahwa Tuhan itu setia, Dia yang memulai pekerjaan yang baik, yakni membangun gereja di Filipi, Dia juga yang akan meneruskan sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. Paulus yakin bahwa sekalipun dirinya berada di dalam penjara, gereja di Filipi akan terus ada dan juga berkembang. Apa aplikasinya di masa kini?


Pastikan kita memulai segala sesuatu itu dengan Tuhan terlebih dahulu. Masalah pasti diizinkan ada, tetapi Tuhan pasti akan menolong dan juga menyempurnakan apa yang sudah dimulai bersama dengan-Nya. Memulai segala sesuatu dengan berdoa, dan mencari wajah dan hikmat Tuhan terlebih dahulu. Apakah yang akan dilakukan ini adalah benar dari Tuhan dan sesuai dengan kehendak-Nya? Bagaimana dengan motivasi yang berada di dalam hati kita?


Terkadang kita melihat sesama jualan mi ayam, usahanya ramai, dan kita ikut-ikutan berjualan. Ada juga sesama buka pabrik IT, dan kita ikut-ikutan juga. Tidaklah salah. Tetapi apakah kita ini sudah berdoa terlebih dahulu, dan yang kita lakukan itu adalah benar kehendak-Nya? Tuhan sudah menentukan dan memberi berkat-Nya bagi setiap anak-Nya. Semuanya sesuai dengan porsi berkat-Nya tersendiri bagi setiap kita.


Kedua. Memiliki hidup berpadanan dengan Injil.


“Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,” (Filipi 1:27).


Injil adalah berita terpenting, karena di dalamnya terletak berita keselamatan melalui karya salib Yesus Kristus. Sebab,


Mukjizat terbesar bukanlah orang yang lumpuh dapat berjalan, orang buta dapat melihat.. namun mukjizat terbesar adalah seorang berdosa menjadi ciptaan baru, dan kemudian menjadi seorang penyembah. -A.W. Tozer.

Hal inilah yang perlu kita beritakan dan juga perjuangkan untuk dibagikan pada sesama. Karena keselamatan bukan hanya dinikmati untuk diri kita sendiri saja, tetapi juga bagi sesama yang membutuhkan.


Bagaimana caranya supaya berita Injil dapat menjadi efektif?


The life of the messenger has to become the message itself. Karakter Kristus harus menjadi nyata di dalam hidup kita.


Imani setiap janji Tuhan, dan tunjukkan perubahan hidup yang nyata di dalam hidup kita. Sebab bagaimana caranya berita Injil yang kita bagikan itu dapat diterima, bila cara hidup kita sendiri masih sama dengan dunia? Karakter Kristus harus benar-benar hidup di dalam diri kita. Menjalani hidup yang tak bercacat cela dan juga tidak menjadi batu sandungan.


“Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” (Matius 3:8).

Ketiga. Hidup adalah melakukan kehendak Kristus yang bernilai kekal.


Pada akhirnya, setiap orang nantinya akan kembali pada Sang Pencipta. Ada kehidupan yang bersifat sementara, ada juga kehidupan yang bersifat kekal, dan pastikan yang kita lakukan selama ini apakah sudah memiliki nilai kekekalan atau tidak? Apakah kita sudah hidup sesuai dengan kehendak-Nya? Apakah kita sudah hidup bagi Kristus, atau hidup hanya untuk memuaskan kepentingan diri sendiri saja?


Dalam kekekalan Sorga, yang ada hanyalah sukacita. “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." (Wahyu 21:4). Jerih lelah kita di dalam Tuhan tidaklah sia-sia. Ada mahkota kehidupan yang sudah Tuhan sediakan bagi setiap kita yang tetap setia pada-Nya.


“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” (Filipi 1:21-22a).

Amin. Tuhan Yesus memberkati..

Comments


GKPB Masa Depan Cerah Surabaya

©2025 by GKPB Masa Depan Cerah Surabaya

bottom of page