top of page

Elsypurnama Adisuputra - Menghidupi Doa

  • mdcsbysystem
  • 6 Apr 2023
  • 2 menit membaca

Catatan Khotbah: Menghidupi Doa. Ditulis dari sharing Bp. Pdt. Elsypurnama Adisuputra Radjatadoe di Ibadah Doa Pagi, Tgl. 1 April 2023.


“Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:2b-3).


“Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:13-16).


Tiga hal yang dapat dipelajari bersama tentang Menghidupi Doa, bukan hanya sekadar berdoa, dari ayat di atas adalah:


Pertama. Di dalam doa kita perlu belajar untuk meminta pada Tuhan permintaan yang benar dan yang tepat, yang sesuai dengan kehendak-Nya.


Yakobus mengajar selama ini kita berdoa dan tidak menerima apa-apa karena kita salah berdoa, kita hanya meminta untuk kepentingan diri sendiri dan memuaskan hawa nafsu. Doa yang benar itu bukanlah doa untuk memuaskan apa yang hendak kita kerjakan, tetapi justru apa yang hendak Tuhan kerjakan melalui hidup kita. Hal ini harus ditanamkan, doa harus lahir dari kebenaran firman Tuhan di dalam Alkitab.


Doa itu memiliki kuasa. Berdoalah dengan iman dan keyakinan yang teguh, dengan iman yang benar dan percaya pada Kristus, bukan hanya sekadar memuaskan hawa nafsu tetapi untuk memuaskan apa yang Tuhan sesungguhnya ingin kerjakan bagi setiap kita, melalui hidup kita.


Doa juga memiliki keyakinan yang teguh untuk hidup dan berpegang pada janji-janjiNya, untuk hidup di dalam apa yang sudah Tuhan firmankan. Ketika kita berdoa, keyakinan pada Tuhan itulah yang akan menguatkan iman setiap kita.


Kedua. Doa yang lahir dari iman itu menyelamatkan, dan membawa keselamatan bagi jiwa-jiwa yang belum mendengar tentang Tuhan Yesus. Berdoalah dengan bersungguh hati.


Ketiga. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.


Seberapa banyak dari kita yang yakin, bahwa doa kita itu memiliki kuasa? Atau jangan-jangan kita hanya sekadar menaikkan doa kita hanya sebagai rentetan liturgi dari gereja kita? Justru doa-doa itulah yang akan membangkitkan iman kita. Ada kuasa di dalam doa yang dinaikkan. Tuhan dapat memulihkan setiap aspek di dalam hidup kita.


Gereja Tuhan harus menjadi rumah doa bagi segala bangsa. Kita berdoa bukan hanya sekadar untuk memenuhi tempat, tetapi untuk “membakar” diri, dan melihat apa yang sudah Tuhan kerjakan melalui doa-doa kita.


Amin. Tuhan Yesus memberkati..

Comments


GKPB Masa Depan Cerah Surabaya

©2025 by GKPB Masa Depan Cerah Surabaya

bottom of page