Andreas Rahardjo - Mengapa Yesus Lahir ke Dunia?
- mdcsbysystem
- 22 Des 2024
- 13 menit membaca
Catatan Khotbah: Mengapa Yesus Lahir ke Dunia? Ditulis ulang dari sharing Bp. Pdt. Andreas Rahardjo di Ibadah Minggu pada Tgl. 8 Desember 2024.
“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:5).
Momen Natal bukanlah kejadian biasa, dan mungkin selama ini kita sudah merayakannya terlalu sering sehingga kita tidak lagi dapat memahami dan merasakan apa makna Natal yang sesungguhnya. Padahal kelahiran Kristus adalah sebuah momen spesial karena begitu banyak aktivitas malaikat yang datang pada beberapa orang, untuk menyambut kelahiran-Nya.
Gabriel, malaikat Tuhan, memulai misinya dengan mendatangi imam Zakharia untuk memberitahu bahwa doanya telah dikabulkan dan Elizabeth istrinya akan melahirkan seorang anak laki-laki yang harus diberi nama Yohanes (Lukas 1:11-19). Gabriel juga diutus untuk mendatangi Maria dan memberikan berita bahwa dirinya akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah dinamai Yesus (ayat 26-35).
Di dalam Matius 1:19-23, malaikat Tuhan juga mendatangi dan memberitahu Yusuf yang ingin menceraikan Maria diam-diam, agar nantinya banyak orang menyalahkan Yusuf dan bukan Maria. Sebab saat itu Maria sedang mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri (ayat 18). Tetapi malaikat Tuhan menampakkan diri di dalam mimpi dan menguatkan hatinya,
“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (ayat 20-21).
Malaikat Tuhan juga mendatangi dan memberitakan pada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak pada waktu malam seraya berkata,
“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Lukas 2:10-11).
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (ayat 13-14).
Lagu “Mary, Did You Know?” adalah lagu Natal yang menceritakan Maria, ibu dari Yesus. Lirik lagu ini ditulis oleh Mark Lowry di tahun 1984, dan musiknya diarahkan Buddy Greene di tahun 1991. Adapun lirik lagunya berkata,
Mary, did you know that your Baby Boy would one day walk on water? Mary, did you know that your Baby Boy would save our sons and daughters? Did you know that your Baby Boy has come to make you new?
( Maria apakah engkau mengetahui bahwa Anakmu laki-laki pada suatu hari nanti akan berjalan di atas air? Maria apakah engkau mengetahui bahwa Anakmu laki-laki nantinya akan menyelamatkan anak-anak kita laki-laki dan perempuan? Maria apakah engkau mengetahui bahwa Anakmu laki-laki datang ke dalam dunia ini, untuk membuat dirimu menjadi ciptaan yang baru? )
This Child that you delivered will soon deliver you.
Mary, did you know that your Baby Boy will give sight to the blind man? Mary, did you know that your Baby Boy would calm a storm with His hand? Did you know that your Baby Boy has walked where angels trod? And when you kiss your little Baby you’ve kissed the face of God?
( Anak yang dirimu lahirkan nantinya akan “melahirkan” dan membebaskan dirimu menjadi ciptaan yang baru. Maria apakah engkau mengetahui bahwa Anakmu laki-laki nantinya akan memberi penglihatan bagi seorang yang buta? Maria apakah engkau mengetahui bahwa Anakmu laki-laki nantinya akan menenangkan badai dengan tangan-Nya? Maria apakah engkau mengetahui bahwa Anakmu laki-laki telah berjalan bersama dengan para malaikat? Dan ketika dirimu mencium Bayi kecilmu, engkau sedang mencium wajah Allah sendiri? )
Mary, did you know? Oo, Mary, did you know?
( Maria apakah engkau mengetahuinya? Oo.. Maria apakah engkau mengetahuinya? )
The blind will see. The deaf will hear. The dead will live again! The lame will leap. The dumb will speak The praises of the Lamb!
( Yang buta akan melihat. Yang tuli akan mendengar. Yang mati akan hidup kembali! Yang lumpuh akan melompat. Yang kurang pandai dan kurang berhikmat akan berkata: Terpujilah Anak Domba Allah! )
Mary, did you know that your Baby Boy is the Lord of all creation? Mary, did you know that your Baby Boy will one day rule the nations? Did you know that your Baby Boy was heaven’s perfect Lamb? And the sleeping Child you’re holdin’ is the Great I Am!
( Maria apakah engkau mengetahui bahwa Anakmu adalah Tuhan atas segala ciptaan? Maria apakah engkau mengetahui bahwa Anakmu nantinya akan memimpin bangsa-bangsa? Maria apakah engkau mengetahui bahwa Anakmu adalah Anak Domba Allah yang sempurna? Dan Bayi kecil yang sedang tertidur lelap di dalam dekapanmu adalah Allah yang perkasa? )
Biarlah makna Natal memberikan kesan yang mendalam bagi setiap kita.
Mengapa Yesus Lahir di Dunia?
Pertama. Yesus Lahir untuk Menyingkapkan Keberadaan Allah.
“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,” (Kolose 1:15).
“..Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa..” (Yohanes 14:9).
Dosa membuat hubungan kita dengan Bapa di Surga menjadi terputus, dan kita tidak dapat menjangkau Dia karena terhalang oleh dosa-dosa kita. Bagaimana Tuhan dapat menyelesaikan masalah pelik ini? Dia mengutus Tuhan Yesus, sehingga Kekristenan lebih berbicara tentang usaha Tuhan yang berusaha menjangkau manusia. Dari sinilah hubungan tersebut dapat terjalin kembali.
Melalui Kristus pada saat kita mau percaya dan tunduk pada Dia dan firman-Nya, maka pewahyuan akan Dirinya dapat dianugerahkan di dalam hidup kita. Kalau kita ingin mendengar dan mengenal suara-Nya, mengenal hukum dan kasih-Nya, mengenal bagaimana kesetiaan-Nya.. lihatlah bagaimana Kristus mati di atas kayu salib, demi menebus dosa-dosa kita. Ini adalah kunci agar kita mendapat pewahyuan tentang Dia lebih lagi.
Tanpa hal ini kita tidak akan bisa mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Gereja harus memiliki orientasi yang berpusat pada Kristus, bukan pada diri sendiri, sebab lama-kelamaan kita bisa stuck.
Allah yang luar biasa memang perlu untuk diwahyukan di dalam hidup kita, dan memang ada ilmu teologi / ilmu yang mempelajari tentang Pribadi Allah. Tetapi Tuhan sendiri jauh lebih besar dari segala ilmu teologi yang pernah dimiliki manusia. Dan memang kita tetap harus mempelajari kebenaran firman Tuhan, tetapi teruslah membuka hati agar Tuhan dapat mewahyukan Dirinya lebih lagi di dalam hidup kita.
“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” (Efesus 3:18-19).
Walau Paulus sendiri adalah seorang pengajar hebat, tetapi dirinya tetap tidak bisa melukiskan keindahan dari kasih Kristus, pada jemaat di Efesus. Itulah sebabnya Paulus berdoa agar Kristus dapat diwahyukan lebih lagi di dalam kehidupan jemaat. Sebab seseorang yang pernah mendapat pewahyuan dan kasih Kristus, hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Dia akan mengasihi Tuhan dan melakukan firman-Nya dengan habis-habisan.
Pada suatu hari Pdt. Andreas diundang acara syukuran di keluarga jemaat, karena jemaat ini baru saja dikaruniai Tuhan seorang putra. Acara syukuran diadakan begitu meriah, rumah mereka dirias begitu cantik, dan juga mengundang music band untuk menambah suasana sukacita di dalam momen syukuran tersebut.
Ketika Pdt. Andreas hendak mendoakan anak bayi tersebut, pengasuhnya mendekati sembari berbisik bahwa anak bayi tersebut tidak dapat dibawa di tengah acara dikarenakan sedang sakit flu. Tetapi Pdt. Andreas mengatakan bahwa hal itu tidak menjadi masalah, karena Tuhan Mahahadir dan dapat menjamah di manapun orang tersebut berada.
Selesai acara tersebut diadakan, Roh Kudus membisiknya lembut dan mengatakan bahwa sering kali kita merayakan Natal dengan begitu meriah, mengundang banyak artis, dan ada yang disertai makan malam begitu berlimpah. Tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah,
“Apakah Kristus hadir di Ibadah Natal kita?”
Tanpa kehadiran Kristus, maka segalanya menjadi nothing / tidak ada artinya. Justru melalui kehadiran Kristus, kita dapat mengenal Dia lebih dalam lagi, dan Kristus dapat diwahyukan lebih lagi di dalam hidup kita.
Kedua. Yesus Lahir untuk Menyelamatkan Kita dari Dosa.
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” (Roma 3:23).
“tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:2).
Pada saat dosen dari Pdt. Andreas menjelaskan kitab Roma dan sampai di pasal 3:23 ini, ada seorang calon pendeta yang mengangkat tangannya dan bertanya pada dosen tersebut,
“Bagaimana bila ada seorang baik yang tidak pernah berbuat kejahatan di dalam hidupnya, tidak pernah menipu dan merugikan sesamanya, lalu pada suatu hari dirinya dipanggil pulang sama Tuhan. Tetapi dirinya belum pernah mendengar dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, tetapi selama hidup di dalam dunia terus berbuat baik. Pada saat berada di kekekalan, apakah dirinya dapat masuk ke dalam kekekalan Surga?”
Dosennya menjawab,
“Orang tersebut adalah orang baik yang akan masuk Neraka.”
Mengapa? Karena seseorang masuk ke dalam Neraka bukan hanya karena perbuatan dosanya, tetapi juga ada keberadaan dosa, karena setiap kita sudah diperanakkan di dalam dosa. Itulah sebabnya kita memerlukan Kristus untuk dapat menyelamatkan hidup kita dari kuasa dosa dan maut. Kita tidak dapat mengusahakan keselamatan tersebut hanya dengan usaha kita sendiri.
Kalau hanya bermodalkan kebaikan saja, maka kebaikan kita tidak akan pernah sampai dan mengubah status kita yang dari semula harus dihukum sebagai akibat dari dosa. Sebab masalah manusia yang terutama dan terbesar adalah dosa, dan kita sangat membutuhkan Kristus untuk dapat menyelamatkan hidup kita. Di dalam konseling sendiri, sebelum pembicaraan berlanjut lebih jauh, selalu ditanya apakah seseorang tersebut ada dosa yang selama ini belum diakui?
Firman Tuhan sendiri mengatakan,
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9).
Dan ada dosa yang tidak dapat diampuni, yakni dosa yang tidak mau diakui. Kita harus mau mengakui dosa dan meminta ampun atas segala dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat.
Hidup kita bisa diampuni dan dikuduskan kembali, kalau kita mau datang dan meminta ampun kepada-Nya. Itulah sebabnya tugas kita sebagai gereja Tuhan bukanlah untuk mencari orang yang suci, melainkan mencari seseorang yang sudah jatuh, dan kembali mengangkat hidup mereka.
Dosa sendiri memiliki daya hancur yang luar biasa. Kalau kita membuka celah, maka dosa dapat menghancurkan hidup kita, karena tidak ada seorangpun yang merasa kuat yang hidupnya tidak bisa dihancurkan oleh dosa. Bahkan kekacauan yang terjadi di alam semesta, awal mulanya karena ada dosa yang diperbuat Adam dan Hawa.
Simson (Hakim-hakim 13-16) telah bermain-main dengan dosa, dan kita dapat melihat bagaimana akhirnya dosa itu mempermainkan hidupnya. Berhati-hatilah. Kalau kita membuka celah, maka dosa dapat menghancurkan pribadi, keluarga, komunitas, kota, dan juga bangsa kita.
“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33).
Bisa jadi seorang anak dididik baik di sebuah keluarga, tetapi bila sudah besar dan tidak menjaga pergaulannya dengan baik.. maka bisa mengubah arah hidupnya. Berhati-hatilah dengan hal ini.
Dosa yang menjadi masalah utama di dalam hidup manusia sudah diselesaikan Kristus. Pemberian terhebat-Nya Tuhan adalah Dia sudah mati untuk menebus dosa-dosa kita, dan bangkit dari kematian untuk mengalahkan kuasa maut.
Mukjizat apa yang terhebat? Bukan orang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang tuli mendengar, dan berbagai mukjizat lainnya.. tetapi pada saat seorang berdosa itu diampuni Tuhan. Seorang pemberontak yang diampuni dosa-dosanya, dipulihkan hidupnya, dan diubah Tuhan untuk dapat menjadi seorang penyembah.
Tutuplah semua celah agar dosa tidak masuk dan tidak menghancurkan hidup kita. Bisa jadi pada saat kita bertobat dan meminta ampun sama Tuhan, masih ada tuduhan. Tetapi teruslah menutup celah. Kita masih memiliki hak untuk memulai hidup yang baru, dan memiliki masa depan cerah.
Ketiga. Yesus Lahir untuk Menghancurkan Pekerjaan Iblis.
“barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” (1 Yohanes 3:8).
Kalau kita percaya pada Tuhan Yesus, maka hidup ini tidak selalu berjalan dengan mudah. Setiap hari ada saja yang namanya peperangan rohani. Tetapi bagi orang modern di zaman now, kesadaran akan peperangan rohani ini sangat berkurang. Mereka menilai bahwa semuanya ini hanya sebatas sebagai gejala psikologis saja, misalnya ada stres yang sampai mengarah pada depresi. Padahal bisa jadi ada roh jahat yang bekerja di baliknya yang menekan dan membuat depresi.
Seharusnya setiap orang Kristen itu memiliki hobi mengusir setan, yang dihardik setan dan berbagai pekerjaannya, bukan anggota keluarga kita. Di dalam kehidupan Kekristenan mula-mula, hal ini merupakan kebiasaan yang sangat normal, dan ini harus dibiasakan kembali bahwa kita hidup di dalam peperangan rohani di setiap saat.
Kita mematahkan setiap penghalang untuk kita dapat menjalani hubungan yang baik dengan sesama anggota keluarga kita, maupun orang-orang yang berada di sekitar kita.
Berhati-hatilah juga dengan apa yang namanya emotional game / permainan yang melibatkan perasaan emosional. Hari-hari ini si jahat banyak bermain dengan hal ini. Kita pernah mendengar cerita seorang anak yang mendengar bisikan untuk menghabisi anggota keluarganya sendiri. Hal ini jelas bukan hanya sekadar gejala psikologis, tetapi memang ada pekerjaan roh jahat di baliknya.
Bahkan beberapa survei yang diadakan di berbagai universitas di Amerika, mengungkapkan ada peningkatan cukup signifikan terhadap banyaknya mahasiswa yang merasa bahwa mereka mendengar bisikan untuk mengakhiri hidupnya dengan segera. Setan sedang memainkan game emosi ini dengan luar biasa. Dan terkadang bisa jadi masalah utama sebenarnya tidak seberapa besar, tetapi karena tidak mengendalikan emosinya dengan baik dan benar, maka ending-nya dapat melebar ke banyak hal dan merugikan dirinya sendiri.
Pernah ada kisah seorang pria berusia 17 tahun jemaat MDC yang jatuh cinta dengan seorang perempuan yang berusia 28 tahun. Cinta memang tidak memandang usia, tetapi bagi pria ini, cinta baginya saat itu hanya sekadar “cinta monyet”. Saat cintanya ditolak, pria ini marah dan mengambil dompet perempuannya yang berisi sim dan ktp, serta sejumlah uang. Pria tersebut mengancam bila cintanya tetap tidak diterima, maka dompetnya tidak akan pernah dikembalikan.
Lalu perempuannya mengatakan bila dompetnya tidak segera dikembalikan, maka dirinya akan menceritakan permasalahan ini ke Pdt. Andreas Rahardjo selaku gembala dari MDC Surabaya. Mendengarnya, pria tersebut tidak takut dan menyuruh untuk menceritakannya. Lebih lanjut, pria ini memandang rendah Pdt. Andreas.
Mendengar kisahnya, Pdt. Andreas merasa emosi karena dirinya sebagai gembala gereja tidak dihargai. Dirinya berkata pada Tuhan, bahwa di dalam MDC tidak boleh ada jemaat seperti ini. 100 meter sebelum sampai di rumahnya pria tersebut, Roh Kudus menasihatinya bahwa emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah apa pun.
Sesampainya di rumah pria tersebut, Pdt. Andreas bertanya baik-baik, mengapa pria tersebut melakukan hal itu? Ada permasalahan apa sebenarnya? Mendengarnya pria itu menangis dan mengembalikan dompet perempuan tersebut.
Zaman yang kita hidupi hari-hari ini sudah semakin bertambah sulit, jangan ditambah sulit lagi dengan emosi sesaat kita. Letupan kecil saja bila tidak segera kita tangani, dapat menjadi besar. Kita bisa saja disakiti, tetapi cukuplah berbesar hati untuk mau mengampuni sesama.
Keempat. Yesus Lahir untuk Memberikan Hidup yang Kekal.
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3).
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).
Perspektif / sudut pandang iman Kekristenan bukan hanya hidup di dalam dunia yang fana ini saja, tetapi setelah kematian, ada kekekalan Surga yang menanti setiap kita. Banyak orang mengejar dan berusaha meraih apa saja yang ada di dalam dunia ini, sampai melupakan untuk mempersiapkan diri untuk hidup di dalam kekekalan. Masih ada hal yang jauh lebih besar, dari segala kemuliaan fana yang ada di dalam dunia ini.
Mungkin selama ini kita ingin menikmati hidup yang diberkati dan mengalami kesuksesan di dunia, padahal masih ada nilai-nilai yang bersifat kekal. Ketika Kekristenan hanya dianggap sebatas duniawi, maka kita dapat kehilangan apa yang namanya kesungguhan hati dalam mengiring Kristus. Padahal yang namanya seorang Kristen seharusnya bisa memikirkan, masih ada kehidupan kekal setelah kita menutup mata untuk selamanya ketika kita hidup di dalam dunia fana ini.
Banyak dikisahkan pada kita cerita para martir / seseorang yang berani berjuang hingga mati demi membela iman dan kepercayaannya terhadap Yesus Kristus. Mereka memandang bahwa hidup di dalam dunia ini sifatnya hanya sementara, karena masih menanti kehidupan kekal selama-lamanya, yang nantinya akan dilalui bersama Sang Pencipta.
Di Tiongkok sendiri ada kisah seorang yang bernama Mama Kwang, di mana dirinya adalah seorang pemimpin jaringan gereja rumah / kelompok sel. Detik-detik sebelum anaknya hendak ditembak Red Guards / Pengawal Merah yang merupakan unit paramiliter yang dibentuk Mao Zedong sebagai alat revolusi yang dikenal sebagai Revolusi Kebudayaan dalam kurun tahun 1966 sampai dengan 1976.. mama Kwang memberi semangat pada anaknya untuk tetap setia mengiring Tuhan Yesus hingga di garis akhir dan mengatakan padanya sebelum ditembak mati,
“We see you in Heaven.. kita berjumpa lagi dengan dirimu di dalam kekekalan Surga.”
Mama Kwang melihat ada kemuliaan Surga yang menanti dirinya dan keluarganya. Dalam dunia yang fana ini, dirinya sudah dipenjara selama tiga kali, dan di tahun 1979 dirinya telah meminta satu juta Alkitab berbahasa Mandarin pada organisasi Open Doors / sebuah misi Kristen non-denominasi yang menolong orang-orang Kristen yang hidup di bawah penindasan atau menghadapi penganiayaan karena iman mereka di dalam Yesus Kristus.
Mengapa seseorang berani memutuskan untuk menjadi seorang misionaris? Karena mereka memiliki kerinduan untuk dapat membagikan Injil Kristus. Mereka memiliki harapan dan membayangkan ayat ini,
“Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”” (Wahyu 7:9-10).
Marilah menjadi orang Kristen yang melihat segala sesuatu dari sudut pandang Tuhan. Ketika berdoa buat anak-anak, doakan agar mereka tidak hanya sukses selama hidup di dalam dunia tetapi juga mereka dapat memberikan hidupnya agar dapat dipakai untuk kemuliaan nama Tuhan.
Kelima. Yesus Lahir untuk Memberikan Kedamaian dan Pengharapan.
“..dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:5).
“Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Lukas 2:10-11).
Pada suatu hari ada seorang bersaksi. Dirinya menceritakan sudut pandangnya sebelum dan sesudah dirinya menerima Kristus.
Sudut pandang pertama dirinya melihat ada seorang petani yang sedang memanen padi yang sudah menguning, latar belakang tampak gunung kelihatan, dan sungai mengalir. Suasana begitu teduh dan terasa damai. Sudut pandang yang kedua dirinya melihat ada seekor induk ayam yang melindungi anak-anak ayam dengan kepak sayapnya. Walau saat itu terjadi hujan badai, tetapi anak-anak ayam terlihat tetap tenang.
Sebelum mengenal Kristus, hidup kita bisa saja terlihat damai dan tidak ada masalah sedikitpun. Tetapi setelah menerima dan mengenal Kristus, bisa jadi banyak masalah malah diizinkan terjadi, tetapi kita tetap diberi damai sejahtera di dalam menjalani berbagai musim di dalam hidup ini.
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27).
Menghadapi tahun baru 2025, masalah bisa jadi akan tetap ada. Tetapi percayalah bahwa Tuhan pasti memberikan hikmat dan juga damai sejahtera-Nya untuk kita dapat melaluinya. Kita tidak bisa mengusahakan damai, karena hanya Tuhan sendiri yang dapat memberi. Dia adalah Raja Damai.
Ada sebuah video klip di mana memperlihatkan pada kita ada seekor induk burung yang melindungi anak-anaknya dengan kepak sayapnya, pada saat terjadi hujan badai. Hal yang sama, Tuhan dapat memberikan damai sejahtera-Nya, bahkan di dalam keadaan yang gelap dan kacau sekalipun.
Ini adalah janji dan berkat yang luar biasa dari-Nya. Jangan takut memasuki dan menjalani tahun 2025, karena ada Allah yang luar biasa menyertai hidup kita. Dia masih sanggup untuk memberi kita damai dan pengharapan. Sebab pengharapan sendiri dapat bertumbuh karena ada damai.
Keenam. Yesus Lahir untuk Menegakkan Kerajaan Allah.
“datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:10).
Inilah yang Tuhan inginkan yakni, agar kerajaan-Nya dapat ditegakkan di atas muka bumi ini. Inilah tujuan gereja Tuhan yang sesungguhnya yakni, untuk melebarkan dan menegakkan kerajaan Allah. Apa artinya kita mendatangkan kerajaan-Nya?
Kerajaan Allah adalah gambaran dari pemerintahan Allah sendiri. Pada waktu seseorang percaya pada Tuhan Yesus, dirinya mau tunduk dan menjadi pelaku firman, maka Tuhan dapat memerintah di dalam hidup orang tersebut.
Gereja Tuhan seharusnya berisi orang-orang yang mau tunduk dan melakukan perintah Kristus, dirinya dimampukan untuk menjadi agen yang dapat memperlebar kerajaan Allah, di manapun dirinya ditempatkan. Jadi bukan menjadi “Bless Me Club”, tetapi merindukan agar melalui hidupnya, berkat-berkat Allah dapat semakin diperlebar. Kita mau tunduk, menjadi pelaku firman, dan memberitakan kebaikan Kristus pada sesama. Bagikan dan perlebar kerajaan Allah.
Setiap orang yang kita temui, ceritakan tentang kebaikan Kristus. Bila dirinya mau menerima, maka dirinya telah menerima Kerajaan Allah. Jangan hanya menjadi gereja yang berorientasi hanya pada diri kita sendiri saja. Biarlah Natal di tahun ini menjadi Natal yang paling berkesan di dalam hidup kita, memberitakan Injil serta menyatakan kasih dan kebaikan Kristus bagi sesama yang belum pernah mendengar-Nya.
Amin. Tuhan Yesus memberkati..
コメント